Kadis PU Tepis Tudingan Markup Pembangunan Gedung DPRD Kaltara

Kitateropong.com TANJUNG SELOR Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Datu Iman, menepis tudingan adanya dugaan markup atau penggelembungan harga dalam pembangunan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Semua standar harga ditetapkan kabupaten. Misalnya, harga pasir sekian, semen sekian. Standarisasi harga itu setiap tahun ditetapkan kepala daerah. Kalau misalnya harga barang ini ditetapkan daerah 3000 atau ditetapkan kepala daerah segituLalu, kalau saya bikin penawaran 3200, maka yang 200 itu yang disebut markup,” jelas Kadis PU Datu Iman, saat ditemui kitateropong.com diruang kerjannya, Rabu (20/7/2022).

Jadi, sambungnya, Itu tidak mungkin. Karena ini dasar kami membuat harga satuan. Menghitung harga itu adalah standarisasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah. Tapi kalau beli dalam jumlah bayak itu namanya kebijakan.

Kirakira pertanyaan saya, uang 200 miliar Pak Gubernur plototin tidak? Ya, di plototin. Beda uang ini 20 juta misalnyaSemua yang ada di provinsi itu atas kendali gubernur sebagai kepala daerah. Jadi, kalau ada yang bilang menyerang saya, itu tim teknis atau birokrasinya bobrok, tidak melaporkan kegubernur. Sebenarnya, dia menurunkan tingkat derajat intelijen gubernur. Masa seorang Datu Iman, membodohi gubernur,”papar Kadis PU.

Padahal, menurut Datu Iman, soal penganggaran pembangunaGedung DPRD itu semua telah melalui proses seperti, rapat diinternal eksekutif melalui (TAPD) tim anggaran permerintah daerah dan dirapatkan lalu diajukan di DPRD dan diketahui gubernur.

Foto: Plank Proyek Pembangunan Gedung DPRD Provinsi Kaltara

Jadi, kalau ada pihak yang menyerang saya dengan menyebutkan, itu karena Datu Iman tidak menjelaskan kegubernur, jadi ini seakan saya bisa membodohi gubernur saya sendiri. Berartikan dia menurunkan derajat seorang Zainal Paliwang, seorang gubernur artinya bisa dibodohi bawahannyakan begtu logikanya, terang Datu Iman.

Menurutnya, Bagaimana mungkin penganggaran pembangunan Gedung DPRD Provinsi Kaltara itu tidak diketahui oleh gubernur. Karena semua itu telah melalui proses atau dirapatkan dan satu sen uang yang masuk ke APBD, semua melalui pembahasan TAPD. Siapa-siapa di dalam TAPD yaknisekretaris daerah (sekda), Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ( BPKAD ), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda), Biro Pembangunan dan Tim Teknis.

Saya dulu pernah di Bapeda, 7 tahun sebagai Tim TAPDWalaupun saat itu saya hanya kepala seksi. Kamilah melototin setiap usulan. Itu sesuai tidak anggaran. Itu satu. Kedua, setelabarang ini selesai dirapatkan atau dibahas ditingkat eksekutif(pemprov), kami bawa ke DPR.

Di sana kami bahas lagi bersama, ada tidak uang itu. Prioritas tidak usulan itu. Sehingga muncul kesepakatan bersama terhadap usulan anggaran, antara DPRD dengan eksekutif (pemprov),” paparnya lagi.

“Kasihan Pak gubernur itu kalau kalian menyerang saya dengan narasi itu sama saja kalian menurunkan derajat seorang Zainal Paliwang, seolah seorang gubernur bisa dibodohi bawahannyakan. Begitu logikanya, ulang Datu Iman.***

Seperti diketahui, sistem penganggaran pemerintah dalam melaksanakan sasuatu kegiatan tentu telah melalui proses atau regulasi yang berpedoman pada prinsip-prinsip penganggaran yang transparan dan akuntabilitas, disiplin, keadilan anggaran, efisiensi serta efektivitas.

Foto: Jurnalis Saat di Ruang Kadis PU Provinsi Kaltara

Begitu pula soal penganggaran DPRD Provinsi Kaltara, senilai 204 miliar rupiah yang dibangun di kawasan Kota Baru Mandiri(KBM) didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara.

Pembangunannya belakangan menuai tudingan miring dari berbagai kalangan, karena anggarannya dinilai fantastis dan tidak rasional, yakni 200 miliar rupiah lebih.***

 

Wartawan : Selamat AL

Editor : Suryo

About teropong

Check Also

Selamat Hari Cinta Puspa& Satwa Nasional

No comments

  1. Your comment is awaiting moderation.

    modafinil 200mg price order lopressor pill metoprolol price

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *