Kajari Malinau, Penyidikan Kasus Pengadaan Seragam Batik Sekolah Berlanjut


Kitateropong.com
MALINAU
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), Jaja Raharja SH, MH menegaskan, proses hukum, kasus pengadaan seragam sekolah bermotif batik yang menggunakan uang negara miliaran rupiah itu masih terus berlanjut.

“Iya, soal kasus pengadaan pakaian seragam batik itu, sampai saat ini masih terus berlanjut penyidikannya,” kata Kajari Malinau Jaja Raharja, kepada https://kitateropong.com/, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/2/2022).

Rumor berkembang, bahwa proses hukum kasus maling uang negara pada proyek pengadaan seragam sekolah bermotif batik di Kabupaten Malinau yang diduga merugikan uang negara miliar rupiah itu terkesan adem ayem saja.

Rumor ini dibantah Kajari Jaja Raharja, ketika dikonfirmasi terkait sejauh mana proses hukum kasus tersebut. Menurutnya, proses hukum kasus itu masih terus berlanjut dan saat ini masih berlangsung tahap penyidikan oleh pihaknya.

Kasus proyek pengadaan pakaian seragam sekolah batik (gratis) itu awalnya disebut-sebut untuk dibagi ke-18.053 peserta anak didik mulai dari tingkat PAUD, SD, dan SMP sederajat se-Kabupaten Malinau pada Tahun Anggaran 2020 senilai Rp 2,8 miliar.

Proyek pengadaan pakaian seragam sekolah batik (gratis) ini diduga telah merugikan keuangan negara serta, proses hukum kasus ini telah memakan waktu cukup lama guna mengetahui, Siapa-siapa saja oknum pelaku maling uang negara itu yang bermain.

Hingga tak heran jika rumor berkembang di publik, bahwa kasus tersebut kemungkinan telah dihentikan proses hukumnya oleh aparat penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malinau.

“Biarkan mereka berfikir seperti itu, yang pasti berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Malinau Nomor Print-250/O.4.21/Fd.1/06/2021 tanggal 14 Juni 2021 lalu. Kami sudah melakukan pemanggilan/pemeriksaan berapa saksi dan pihak-pihak terkait,” ungkap Kajari Jaja Raharja.

Dengan tegas Jaja Raharja menyebutkan, tahapan penyidikan kasus tersebut masih terus berlangsung. Dan saat ini kejaksaan sudah dapat besaran anggaran kerugian negara.

Tinggal penyidik akan melakukan kembali pemeriksaan terhadap para saksi dan pihak terkait lainnya, guna mengetahui, menentukan siapa yang bertanggung jawab dan siapa nantinya yang layak ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya.***

 

Reporter : Selamat. AL

Editor: Suryo

About teropong

Check Also

Wabup Jakaria Berharap, Lomba Ketinting Jadi Agenda Rutin di Malinau

Kitateropong.com, MALINAU – Wakil Bupati Malinau Jakaria berharap, event perlombaan perahu ketinting bisa menjadi agenda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *